Tulungagung (MTsN 6) — Kamis, 30 Oktober 2025 Suasana meriah dan penuh warna tampak pagi ini di halaman MTsN 6 Tulungagung. Dua kegiatan besar digelar secara bersamaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda. Acara pertama adalah Fashion Show Kebhinekaan, diikuti oleh seluruh jenjang kelas VII, VIII, dan IX. Setiap kelas menampilkan dua wakil siswa yang berpasangan mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Dengan penuh semangat, para peserta melangkah di atas karpet merah yang dibentangkan di halaman madrasah. Dentuman musik daerah mengiringi langkah mereka yang berlenggak-lenggok menampilkan keanggunan busana adat. Tidak hanya menjadi ajang penampilan, kegiatan ini juga dilombakan, sehingga setiap pasangan siswa berusaha tampil maksimal di hadapan para juri dan penonton. Antusiasme penonton pun semakin memeriahkan suasana dengan sorak-sorai mendukung perwakilan kelas masing-masing.
Kegiatan yang kedua tak kalah menarik, yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA) yang kali ini mengusung tema Bhineka Tunggal Ika. Seluruh siswa kelas IX turut ambil bagian dengan menampilkan paduan suara yang membawakan lagu-lagu daerah dari berbagai provinsi. Setiap kelas telah mempersiapkan diri selama tiga hari untuk berlatih mengompakkan suara, koreografi, serta ekspresi yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Acara pagi ini secara resmi dibuka oleh Kepala MTsN 6 Tulungagung, Ibu Sri Utami, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting tentang makna kebhinekaan yang harus terus dijaga oleh generasi muda. Semangat kebhinekaan jangan sampai luntur. Indonesia adalah negeri yang besar karena perbedaannya. Siapa lagi yang akan menjaganya jika bukan kalian, generasi muda penerus bangsa, ujarnya dengan penuh semangat.
Setiap kelas menampilkan kekompakan dan kreativitas luar biasa dalam membawakan lagu-lagu daerah. Ada yang menampilkan lagu “Bungong Jeumpa”, “Ampar-Ampar Pisang”, “Paris Berantai”, “Tanduk Majeng”, “Suwe Ora Jamu”, “Manuk Dadali”, hingga “Rasa Sayange” dengan iringan gerak dan kostum yang menarik. Sorak kagum penonton mengiringi setiap penampilan, menandakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Melalui dua kegiatan ini, MTsN 6 Tulungagung berhasil menunjukkan bahwa nilai-nilai kebhinekaan dapat diimplementasikan secara nyata dalam dunia pendidikan. Fashion Show Kebhinekaan dan P5RA Bhineka Tunggal Ika menjadi wujud nyata semangat dari madrasah untuk Indonesia, menanamkan cinta tanah air, toleransi, serta kebanggaan terhadap keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.




