Friday, May 29, 2026
No menu items!
spot_img
HomeBerita MadrasahKegiatan MadrasahIntegritas dan Cinta dalam Kelas: Langkah Nyata Guru MTsN 6 Tulungagung Tingkatkan...

Integritas dan Cinta dalam Kelas: Langkah Nyata Guru MTsN 6 Tulungagung Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Tulungagung (MTsN 6) — Tulungagung Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Tulungagung menggelar Workshop Membangun Zona Integrasi dalam Pembelajaran dan Kurikulum Berbasis Cinta selama dua hari, SabtuMinggu, 23 Mei 2026, bertempat di Hotel Lojikka Tulungagung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas pembelajaran yang berintegritas sekaligus berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam kurikulum sebagai fondasi pembentukan karakter siswa. Penjelasan ini memberikan landasan konseptual sekaligus arah kebijakan yang harus diimplementasikan oleh satuan pendidikan, khususnya madrasah, dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. 

Selanjutnya, workshop di hari pertama ini menghadirkan narasumber Drs. Shofar Sholahuddin Bisri, M.Pd. yang membawakan materi tentang pengembangan instrumen penilaian berbasis literasi yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Materi ini menekankan pentingnya asesmen yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Peserta juga mengikuti praktik penyusunan instrumen penilaian secara bertahap hingga menghasilkan produk yang siap digunakan di kelas. 

Memasuki hari kedua, narasumber Dr. H. Widayanto, M.Pd. menyampaikan materi tentang desain pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep, prinsip, serta implementasi KBC dalam pembelajaran abad ke-21. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi pengembangan KBC, penerapan pendekatan deep learning, serta penyusunan LKPD yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. 

Kepala MTsN 6 Tulungagung, Sri Utami, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Workshop ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi guru dalam mengintegrasikan nilai integritas dan cinta dalam pembelajaran. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik secara utuh, ujarnya.

Salah satu peserta, Lilik Nurani,S.Pd. mengungkapkan bahwa workshop ini memberikan banyak inspirasi baru dalam merancang pembelajaran yang lebih humanis dan bermakna. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di kelas. Saya merasa lebih siap untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga nilai-nilai kehidupan, tuturnya.

Kesan serupa disampaikan oleh Mustakim, S.Ag. yang menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan dan mengubah perspektif guru dalam memandang proses pendidikan. Ia menegaskan bahwa integrasi antara Zona Integritas dan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi pendekatan yang penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Secara keseluruhan, workshop ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan menjadi langkah nyata MTsN 6 Tulungagung dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berintegritas, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

RELATED ARTICLES
with usspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments