Sejarah MTsN 6 Tulungagung

Sejarah Berdirinya MTsN 6 Tulungagung

MTsN 6 Tulungagung yang sekarang berada di Kecamatan Karangrejo, bermula dari sebuah inisiatif dakwah dan pendidikan Islam.

  • Cikal Bakal (1962): Lembaga ini berawal dari PGA (Pendidikan Guru Agama) 4 tahun yang didirikan pada tahun 1962. PGA 4 tahun ini bertujuan untuk mencetak tenaga guru agama dan merupakan bagian integral dari gerakan dakwah Islamiyah di Kecamatan Karangrejo.
  • Tokoh Pendiri: Pendirian lembaga pendidikan ini diprakarsai oleh empat tokoh penting, yaitu:
    1. Bapak KH. Masrur (Alm)
    2. Bapak Mahmudi
    3. Bapak Nangim Azhar (Alm)
    4. Bapak K. Imam Mustofa
  • Tahun Berdiri MTsN (1969/1995):
    1. Salah satu sumber menyebutkan Tahun Berdiri adalah 1969.
    2. Sumber lain dari data Kemendikdasmen menyebutkan SK Pendirian adalah Nomor 515 A Tahun 1995 dengan Tanggal SK Pendirian 25 November 1995, yang kemungkinan merujuk pada penetapan status sebagai Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN).
  • Peran Dakwah: Kehadiran madrasah ini merupakan “monumen hidup gerakan dakwah Islamiyah” yang bertujuan untuk:
    1. Mempertahankan eksistensi umat Islam.
    2. Menanamkan keimanan dan ketakwaan generasi muda Islam.

MTsN 6 Tulungagung yang sekarang berlokasi di Kecamatan Karangrejo, awalnya lahir dari semangat gerakan dakwah Islamiyah di wilayah tersebut.

Urutan Sejarah dan Perubahan Nama MTsN 6 Tulungagung

PeriodeNama LembagaKeterangan
Cikal Bakal (1962)PGA 4 Tahun (Pendidikan Guru Agama 4 tahun)Lembaga ini didirikan oleh tokoh-tokoh agama setempat (termasuk KH. Masrur, Bapak Mahmudi, Bapak Nangim Azhar, dan K. Imam Mustofa). Tujuannya adalah mencetak guru agama dan sebagai bagian dari gerakan dakwah di Karangrejo.
Awal Penegerian (1969)Madrasah Tsanawiyah (Awal)Salah satu sumber menyebutkan tahun berdiri sebagai 1969, yang kemungkinan merupakan periode awal transisi atau penegerian dari PGA 4 tahun menjadi jenjang Tsanawiyah.
Nama Lokal Resmi (Sebelum 2016)MTsN KarangrejoNama ini digunakan sebagai nama resmi madrasah negeri tingkat Tsanawiyah di lokasi Karangrejo. SK Pendirian sebagai madrasah negeri (penegerian) juga tercatat pada Tahun 1995 (Nomor 515 A Tahun 1995).
Nama Penomoran (Mulai 2016)MTsN 6 TulungagungPerubahan nama ini ditetapkan secara nasional melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 673 Tahun 2016 tentang Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Jawa Timur. Melalui KMA ini, MTsN Karangrejo secara resmi berubah nama menjadi MTsN 6 Tulungagung.

Rancangan Narasi Sejarah

Di jantung pedalaman Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, bersemayam sebuah warisan abadi. Ini bukan sekadar kisah sebuah bangunan, melainkan epik tentang sekelompok pemimpi yang menolak kegelapan—sebuah narasi kelahiran MTsN 6 Tulungagung.

Latar belakangnya adalah tahun 1962, masa ketika gairah dakwah adalah denyut nadi yang sesungguhnya. Di tengah keterbatasan, empat pilar spiritual—Bapak KH. Masrur (Alm), Bapak Mahmudi, Bapak Nangim Azhar (Alm), dan Bapak KH. Imam Mustofa—mengangkat panji pendidikan. Mereka merajut cita-cita suci, mendirikan PGA (Pendidikan Guru Agama) 4 tahun, yang mereka imaginasikan sebagai “monumen hidup gerakan dakwah Islamiyah.” Tujuan mereka, sesungguhnya, adalah membentengi jiwa generasi muda dengan keimanan dan ketakwaan, menjamin eksistensi umat tetap tegak lurus di bumi Karangrejo.

Institusi pionir ini lantas bertransformasi. Ada jejak misterius tahun 1969 yang dianggap sebagai fase awal transisi, namun legitimasi kenegaraannya terpatri kuat pada tahun 1995. Melalui selembar SK Pendirian Nomor 515 A, lembaga ini resmi menjadi benteng ilmu: MTsN Karangrejo. Nama ini adalah kehormatan, sebuah pengakuan atas perjuangan panjang yang telah melewati berbagai zaman.

Puncak dari evolusi ini tiba pada 2016, di bawah payung kenegaraan yang lebih luas. Melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 673, MTsN Karangrejo bertransformasi menjadi MTsN 6 Tulungagung. Sebuah penamaan baru, namun membawa pesan sejarah dan amanah dakwah yang sama beratnya. Hingga detik ini, di lokasi bersejarah itu, madrasah ini berdiri gagah, tidak hanya sebagai sekolah, tetapi sebagai mercusuar cahaya abadi di Tulungagung bagian selatan.